Senin, 10 Maret 2014

Ada Apa Dengan “mu”- Pengemis???



Ada Apa Dengan “mu”- Pengemis???
Pengemis??? Ada apa dengan pengemis??
            Baru-baru ini kita mendapatkan berita bahwa ada sejumlah (tidak semuanya) pengemis yang bisa jadi kaya dari pekerjaanya sebagai pengemis, loh?? kok bisanya??? gak tanggung-tanggung  penghasilannya perbulan, bisa mengalahkan gaji pns, tak dapat dipungkiri pengemis sekarang ada yang telah berpenghasilan 1-2 juta perbulan bahkan penghasilan tersebut dapat digolongkan penghasilan tetap.
            Entah mengapa, mendengar berita ini, ada sesuatu yang mengganjal dihati saya, Kok bisa gajinya pengemis lebih besar dari gaji bapak saya yang bekerja menjadi loper koran favorit. entah siapa yang pintar entah siapa yang bodoh, saya tak mengerti, apakah para pengemis mempunyai jurus jitu dalam menjalankan setiap bisnis mengemisnya ini , ataukah para pengemis mendapatkan pelatihan khusus sebagai pengemis profesional yang berpenghasilan tinggi ataukah juga para pengemis banyak membaca buku bisnis dan bertanya pada pakar ekonomi? Entahlah, saya hanya bisa berprasangka.
            Jujur saja akan banyak sekali perbedaan pendpat tentang perihal ini, baik yang pro maupun yang kontra, kalau bisa diambil contoh pada mereka yang pro, pasti banyak yang mengatakan bahwa “yaa bergitulah rezekinya”, “janganlah kita beriri hati atas rejeki orang”, “mungkin usaha mereka tinggi dalam mengemis dan tekun untuk mengumpulkan uang”, “tak perlu kta risaukan mereka telah mau mencari uang dengan halal”, “setidaknya mereka tidak mencuri dan merampok”, “kita ambil sisi baiknya mereka lah”, tapi ketika kita membicarakan tentang pendapat orang yang contra, maka akan banyak juga yang berkata “wah jangan dikasih lah”, “nanti mereka jadi tambah malas”, “gak mau kerja keras”, “maunya nadahin tangan doang”, “kalau dikasih sekali pasti akan ketagihan mintain uang orang lain”, kalau ada satu pengemis cerita kepada temannya yang bukan pengemis lalu diceritakan penghasilannya lumyan, kan pasti temannya tergiur untuk cari uang dengan jalan itu, loh kenapa tidak, kan menguntungkan, nah dari sini juga awal mulanya banyak yang mau jadi pengemis, bayangkan jika negera kita dikenal dengan nama negara dengan jumlah pengemis terbanyak..bisa anda bayangkan itu???
            Masih banyak lagi argumen atau alasan-alasan yang disertai dengan data valid untuk meyakinkan bahawa pekerjaan pengemis ini merugikan negara dan menguntungkan hanya sebagian orang, jika diperhatikan lagi tidak semua gelandangan jadi kaya, tapi ada beberapa saja yang mampu meraib keuntungan besar dari pekerjaan ini, perkara pendapat anda silahkan pikirkan sendiri, karena anda tahu mana yang terbaik untuk kita dan kesejahteraan negara dan mana yang kurang baik untuk negara, its your choice..
Berhubungan dengan itu, saya mencoba ingin mengoreksi sedikit kenapa di negara kita ini banyak sekali yang mau bekerja sebagai galandangan, apakah ada yang salah dengan pemerintahan kita atau memang profesi pekerjaan ini memang menjadi alternatif pekerjaan bagi orang-orang yang pemalas dan tidak mau kerja keras, jika memang terdapat kesalahan di jajaran pemerintahan maka kita wajib mencari solusi yang tepat agar tidak ada pihak yang dirugikan. namun sebelum itu, mari kita lihat pembelajaran terkait pemerintahan yang baik yang didalam infrastruktur dan tatanan masyarakatnya sangat bersih dan aman sentosa dan bisa dikatakan jauh dari kemiskinan, Yaaap pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz dimana rakyatnya hidup dalam keadaan sejahtera tanpa diketahui orang miskin didalamnya,, bahkan ada kisahnya yang berkaitan pas dengan statement diatas , begini kisahnya :
Yahya bin Sa'id berkata, "Umar bin Abdul Aziz menyuruhku untuk membagikan sedekah kepada masyarakat muslim di Afrika. Aku mencari-cari orang miskin yang mau kuberi sedekah itu namun aku tak menjumpai orang miskin disana. Akhirnya, tak ada orang yang mengambil sedekah itu dariku. Sungguh Umar bin Abdul Aziz telah memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Akupun membeli budak dengan harta sedekah itu. Kemudian aku memerdekakannya atas nama ummat Islam.”
Subhanallah, semoga pejaabat kita dapat mengikuti langkah2 atau kebijakan2 yang diterapkan umar bin abdul aziz dalam memerintah rakyatnya dan pejabatnya, yaitu dengan menerapkan konteks bersedekah dan beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
            Kita lanjutkan lagi, jika kita pautkan dengan ketentuan hukum yang ada di negara kita, maka kita akan menemukan UUD 1945 dimana UUD 1945 adalah sebagai hukum dasar tertinggi dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terdapat pada UUD 1945 pasal 34 ayat 1, yang berbunyi : Fakir Miskin dan anak - anak terlantar dipelihara oleh negara. Fakir miskin disini dapat digambarkan melalui gepeng-gelandangan dan pengemis. 
            Sebenarnya dari sini kita sudah dapat mengerti bahwasanya fakir miskin dan anak-anak terlantar itu seharusnya negara yang mengurusnya, dalam artian mulai dari kelayakan tempat hidup, pendidikan, lingkungan, sebenarnya tidak sulit untuk mensejahterakan mereka, bagi saya atau menurut pendapat saya bisa saja uang anggaran yang ada dinegara di alokasikan sebagian atau berapa % untuk mensejahterakan mereka, dan juga seharusnya para pejabat juga sadar untuk bertawakal kepada Allah dan lebih banyak memberi lebih atau bersedakah, daripada mengambil dengan jalan yang tidak seharusnya yaitu dengan korupsi dan lain sebagainya,,
Semua pilihan akan dampaknya, tapi apa salahnya kita melakukan sesuatu yang banyak mengundang manfaat bagi orang lain dengan tetap  sesuai yang di ajarkan Rasulullah SAW..


YA !! Jika Aku Menyerah Maka Kafir



YA !!
JIKA AKU MENYERAH MAKA AKU KAFIR..
Benar saja, melihat kalimat berikut ini adalah suatu rangkaian kalimat penulisan yang benar-benar dalam kesungguhan, karena bukan main jika kita telah mampu mengeluarkan statement dengan kata “kafir” didalamnya,,
Ini bukan kalimat tanpa sebab, dan ini bukan sekedar kalimat, tapi ini adalah kalimat penyeruh, kalimat pengingat, bahwasanya kalimat ini hanya untuk orang-orang yang teguh pendiriannya dalam berjuang, orang-orang yang mampu membakar api semangat, karena sesungguhnya orang yang teguh dan komitmen dalam setiap keputusannya maka ia jauh dari kata menyerah.
Sesungguhnya Allah juga telah memperingatkan kita akan hal ini, Allah beritahu kita melalui kitab-Nya yang mulia, bahwasanya orang-orang yang berputus asa adalah orang-orang yang kafir, termasuk dalam Al Quran Surat Yusuf ayat 87, Alloh SWT berfirman yang artinya : “jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”.
Bayangkan saja jika pada waktu itu Rasulullah menyerah dalam berdakwah, Ketika beliau sedang shalat dan beliau dilempar dengan kotoran hewan lantas kemudian beliau berputus asa., bayangkan pula jika pada waktu yang sama para sahabat meninggalkan Rasulullah karena seringnya mereka disiksa, dicaci, dimaki, bahkan tak segan-segan para kafir dengan mudahnya membunuh mereka. Bisa anda bayangkan itu??
Percayalah tak kan ada kemuliaan islam yang sesungguhnya, tak kan ada  bentuk pelajaran dalam kesabaran, dan tak kan ada hikmah tentang ketabahan. tak kan ada semua itu ya akhii!!.
Tapi Rasulullah hendak memberikan kita pelajaran hidup yang sesungguhnya, belajar untuk hidup dari kehidupan Rasulullah, hidup dalam naungan islam, hidup yang didalamnya akan ada kebahagiaan dan kesedihan, dan hidup yang didalamnya terdapat pertaruhan nyawa dan kemenangan.
Jika kita lihat jaman sekarang, para muslim bermasalah, rohingyah bermasalah, suriah bermasalah, palestina dan afrika tengah bermasalah, mereka mempertaruhkan jiwa dan raga mereka, mereka dibunuh, ditembak, dan disiksa tanpa ada belas kasih, disiksa layaknya binatang, mereka rela mati demi membela agama,  tiada sedikitpun mereka menyerah..
Sedangkan kita disini, banyak masalah yang seharusnya bukan suatu bentuk masalah sebenarnya,  baru putus cinta langsung bunuh diri, putus cinta bunuh kekasih, cemen banget kan yaa???. (sudah banyak beritanya, maaf-red), belajar agama secara mendalam dianggap calon teroris, bahkan belajar membaca al-quran dianggap juga calon teroris dan lain sebagainya. liat para pejuang agama itu loh, mereka rela, mereka ikhlas tatkala badan-badan mereka tembus oleh peluru musuh Allah hanya untuk melindungi Al-Quran, melindungi anak, istri dan keluarga mereka. bahkan ada kisah  seorang anak kecil yang paginya ia berangkat kesekolah diantar oleh sang ayah lantas kemudian sore harinya jidad ayahnya telah tembus oleh peluru musuh Allah (negara dirahasiakan, maaf-red), ini nyata!!, ini benar adanya!!, mereka sedih, mereka menangis, TAPI mereka bersedih dan menangis karena mereka tidak shahid secara bersama-sama, itu dalam benak mereka, tiada mereka menyerah tiada mereka putus asa karena mereka tahu mereka akan menyusul ke syurga dan berjumpa kembali bersama keluarganya.. itulah keyakinan mereka!!! Dan yang lebih mereka tahu lagi bahwa jika saja tertanam dalam benak mereka setitik kata untuk menyerah maka mereka mati. Mati tanpa kemuliaan..
Hormat saya,
Riki Agusetiawan (Gelar tertinggi, Hamba Allah dan Calon Mayat)

Senin, 16 Desember 2013

your choice's place


Mana diantara gambar ini yang akan anda kunjungi??
sekilas dari tempat ini, jauh lebih baik kita mencari tempat yang nyaman untuk kita, nyaman untuk keluarga kita..
saya pernah membaca suatu hadist yang benar dapat meyakinkan kita akan untuk lebih istiqomah dalam mencapai surga ALLAH..
nih hadistnya...
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau.
ALLAH BERTANYA LAGI: APA YANG MEREKA MOHONKAN KEPADA AKU? PARA MALAIKAT ITU MENJAWAB: MEREKA MEMOHON SURGA-MU. ALLAH BERTANYA LAGI: APAKAH MEREKA SUDAH PERNAH MELIHAT SURGA-KU? PARA MALAIKAT ITU MENJAWAB: BELUM WAHAI TUHAN KAMI. ALLAH BERFIRMAN: APALAGI JIKA MEREKA TELAH MELIHAT SURGA-KU? PARA MALAIKAT ITU BERKATA LAGI: MEREKA JUGA MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA-MU. ALLAH BERTANYA: DARI APAKAH MEREKA MEMOHON PERLINDUNGAN-KU? PARA MALAIKAT MENJAWAB: DARI NERAKA-MU, WAHAI TUHAN KAMI. ALLAH BERTANYA: APAKAH MEREKA SUDAH PERNAH MELIHAT NERAKA-KU? PARA MALAIKAT MENJAWAB: BELUM. ALLAH BERFIRMAN: APALAGI SEANDAINYA MEREKA PERNAH MELIHAT NERAKA-KU? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. (Shahih Muslim No.4854)
nah dari hadist ini setidaknya kita telah mengetahui bahwa manakala kita melihat surga ALLAH maka yakinlah maka kita akan lebih gencar dalam menjalankan Perintah-Nya dalam setiap kondisi menghadirkan ALLAH...dan manakala kita telah melihat neraka ALLAH maka kita akan lebih gencar lagi untuk meninggalkan semua larangan-Nya dengan tanpa toleransi didalamnya..
semoga bermanfaat..
#fastabiqul khoirot
#ingat selalu Q.S Ar-Rad ayat 28 dan Q.S. Muhammad ayat 7
#takbir
3

kebahagiaan


sungguh perjuangan ini berat...
harus dihadapi dengan dengan mental yang kuat...
dan didalami dengan hati dan pikiran yang sehat...

apalah guna jika kita habiskan waktu dengan maksiat...
tanpa secercah harapan untuk berbuat yang maslahat...
karena hidup hanya untuk sesaat...
mari manfaatkan waktu dengan tepat...
dengan harapan dapat membantu umat...
untuk menjadi lebih bermartabat...

tiada lain Allah berikan kita ujian agar kita lebih mendekat..
dan hanya kepada-Nya kita harus taat...

Sesungguhnya kebahagian itu bukan dari apa yang ada pada kita sekarang,
namun kebahagiaan sesungguhnya adalah saat dimana dirimu bisa lebih dekat dengan mengadukan dan mencurahkan isi hati kepada-Nya...

#engkautaksendiri

Rabu, 18 September 2013

Semua Ada Batasnya

Lucu ??? ..ya tawa..
Tawa??... ada batasnya..
lantas bagaimana dengan orang orang tertawa terbahak-bahak karena sebuah lelucon yang ditampilkan di layar kaca ???
apakah itu dilarang???
kitakan punya hak untuk berbahagia, yaa salah satunya dengan tertawa...
oke saya katakan bahwa tertawa itu ada batasnya, karena Rasul kita (Nabi Muhammad SAW) menyatakan dalam sabdanya :

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

lantas kita tidak boleh tertawa gitu??
emmhh.. kan dah dibilang, boleh saja tapi ada batasnya....fyuhh
bahakan Rasul pun tertawa dalam bentuk tersenyum..gag percaya?? nih :
Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)
baik ada penjelasan sedikit seputar tertawa yang "berlebihan"..nih :
Penjelasan ringkas:
Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Tatkala Islam mensyariatkan untuk banyak tersenyum, maka Islam juga melarang untuk banyak tertawa, karena segala sesuatu yang kebanyakan dan melampaui batas akan membuat hati menjadi mati. Sebagaimana banyak makan dan banyak tidur bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh, maka demikian pula banyak tertawa bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh. Dan jika hati sudah mati maka hatinya tidak akan bisa terpengaruh dengan peringatan Al-Qur`an dan tidak akan mau menerima nasehat, wal ‘iyadzu billah.

dan ada yang harus diingat lagi bagi kaum muslim yaitu:
Karenanya tidaklah kita temui orang yang paling banyak tertawa kecuali dia adalah orang yang paling jauh dari Al-Qur`an. Na'udzubilah min dzalik..
*saya tulis bacaan ini tidak lain sebagai peringatan bagi saya sendiri yang masih banyak salah dan perilaku yang "berlebihan", dan saya tulis juga untuk saudara-saudara saya sesama muslim, dan juga para pengemban dakwah lainnya..
#Istighfarselaluterucapdalamlisan
#doajadisenjatayangpalingtajam
*Ingatkan saya jika banyak salah dan tentunya banyak tawa
*saling mengingatkan ya

langkah persiapan

entah mengapa.,.
beberapa hari-hari terakhir sering sekali ditelinga ini didengung-dengungkan perkara-perkara persiapan diri dalam menjunjung masa depan bersama pendamping,
banyak juga diperlihatkan tulisan-tulisan atau status-status (bukan statusisasi atau lainnya (Si vickinisasi)) tapi memang benar-benar tulisan yang menyuruh, mengajak untuk mempersiapkan diri..
bahkan banyak juga diperbincangkan tentang tipe-tipe calon yang akan dijadikan sebagai pendamping, mulai dari perkara fisik, bibit, bebet, bobot atau yang lainnya..
saya tidak tahu apa maksud semua ini???
apakah ini menandakan bahwa kita sudah tidak seharusnya berpikir seperti anak kecil, bertingkah seperti anak kecil atau....
ini lah pertanda bahwa kita telah dewasa yang siap menyongsong masa depan, yang bukan lagi saatnya untuk selalu menengadahkan tangan untuk biaya hidup dari orang tua.
atau inilah saat yang tetap atau momentum yang tepat untuk menjadi pribadi mandiri???
bingung???...memang dan memang harus bingung..
bingung???...ya musti dipikirkan...
kita memang baru masuk usia kepala dua, apakah harus langsung didengung-dengungkan dengan perkara seperti itu??
perkara persiapan diri, memantaskan diri.. itulah yang sudah seharusnya kita pikirkan, mulai dari sekrang dan mulai dari diri kita sendiri..
6 tahun atau 7 tahun kedepan kita harus sudah semaksimal mungkin untuk persiapan menuaikan salah satu sunnah Rasulullah s.a.w. inilah yang menjadi tonggak pemikiran kita untuk ajang mempersiapkan diri..
bukan hal sepelh terkait perkara ini, semuanya dilibatkan, baik itu perkara fisik (kesehatan), mental, finansial, dan lain-lain sehingga ini lah yang menjadi pikiran kita untuk memantaskan dan mempersiapkan diri..
inilah yang mungkin dimaksud oleh kawan-kawan saya terkait persiapan diri dalam jenjang menunaikan sunnah Rasul..
benar dalam suatu status pernah saya baca bahwasanya mendapatkan yang pantas itu baik namun yang terpenting bahwa memantaskan diri itu lebih Wajib hukumnya, tak perlu kita risaukan siapa yang akan jadi calon pendamping kita tapi risaukan lah diri kita, seperti apa kita ini, karena pendamping kita adalah cerminan dari diri kita. manakala kita orang yang baik maka akan baiklah pula pendamping, manakala kita tidak baik maka tidak baiklah pula pendamping kita.. KARENA jelas TUHAN kita telah menyampaikannya dalam kita Al-Quran :
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (Q.S An-Nur : 26).
tak dapat kita mengelak, tak mampu kita melarikan diri karena inilah yang sesungguhnya..
Masa Depan anda ADA pada diri anda sendiri, Pribadi anda menentukan siapa anda, dan Pendamping anda adalah Cerminan anda..
terima kasih.
Wallahualam bissahawab..
semoga bermanfaat...
*lagi dan lagi tulisan ini saya buat sebgai peringatan bagi diri saya yang masih jauh dari kesempurnaan dan msih butuh semngat dan ghirah dari kawan-kawan terdekat